Langsung ke konten utama

Postingan

I Felt Better When I Have Done Write Down My Feelings

I felt better when I have done write down my feelings. Ungkapan itu tidak berlebihan rasanya. Ungkapan yang entah muncul dari mana. Ungkapan yang betul-betul menggambarkan perasaanku saat ini. Hidupku terlalu lelah untuk aku ceritakan melalui kata-kata. Hanya melalui frasa aku dapat bercerita karena rasanya tidak ada yang benar-benar memahami apa yang aku rasa. Tidak ada pula yang dapat aku percaya. Bercerita bukan perkara mudah bagiku yang sejak kecil terbiasa memendam segalanya. Bersyukurnya aku Tuhan telah menciptakan tulisan. Memberikan aku kemampuan membaca dan mengeja serta menulis untuk menumpahkan segala rasa. Oh, sungguh hanya ini yang bisa aku lakukan. Namun kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Mungkin ini memang waktu yang tepat untukku yang diberikan Tuhan kepadaku untuk menyadari semuanya. Tentang segala rasa yang tersimpan harus aku tuangkan dalam tulisan. Aku belum memahami korelasi antara pengalaman masa laluku dengan kondisiku saat ini. Dulu aku begitu menggebu...

Terima Kasih Tuhan

Sulit rasanya untuk menjelaskan semuanya. Tentang segala hal yang tengah aku rasakan. Duniaku berubah dengan sekejap mata. Direnggut dan dilemparkannya diriku ke sebuah tempat asing. Sebuah daerah atau kawasan baru yang disebut Kabupaten A3. Tak pernah terbesit dalam benakku akan sejauh ini perbedaan yang aku hadapi. Mulai dari mayoritas dalam hal kepercayaan menjadi minoritas. Berlanjut perihal makanan yang terbiasa penuh dengan rasa saat lidah mengecap berubah hanya sekadar micin yang dirasa. Soal akses mobilisasi yang mana semuanya terasa jauh dan melelahkan. Bahkan di sini aku baru merasa kegiatan mandi adalah hal yang teramat istimewa. Bukan aku yang mengintervensi namun akulah yang diintervensi. 'Memerdekakan' diri dari belenggu keserbabaruan ini saja aku belum sepenuhnya sanggup. Bagaimana mungkin aku dapat memberikan pengaruhku kepada kondisi masyarakat di sini? Masih terlalu jauh panggang dari pada api. Seringnya aku jadi melamun sendiri. Membandingkan kondisiku dengan...

Bahkan Pendosa Masih Memiliki Tuhan

Jemariku kembali menari. Di situasi di mana aku merasa aku sedang tidak baik-baik saja. Setelah aku memutuskan untuk mengakhiri petualanganku di kota Medan pada bulan Februari masih di tahun 2024 ini aku mencoba fokus untuk mengikuti seleksi Pengajar Muda, Indonesia Mengajar. Bukan hal mudah untuk melalui seleksi ini. Naik turun perasaan dan suasana hati membuat aku kadang bersemangat terkadang pula hampir berputus asa.  Bukan tanpa alasan, perasaan hampir menyerah ini salah satunya disebabkan keburukan yang sudah menahun dari diriku masih terus kembali. Sekeras apapun aku berusaha menghilangkannya pasti dan pasti keburukan itu selalu kembali. Menghantui hati dan akal yang membuat aku merasa hampir gila. Berkali-kali aku bertanya pada diri sendiri sampai kapan aku akan seperti ini? Menutup potensi yang ada pada diri sendiri dengan kesalahan yang seharusnya bisa aku kendalikan.Tuhan hanya dua kata yang mampu aku ucapkan, ampuni aku. Semua bermula ketika pembukaan rekrutmen Pengajar ...

Writing in Present Simple and Present Continuous Tense

Hello my name is Imam. I am trying to write some sentences with present simple and present continuous tense. In this first paragraph, I am writing in present continuous tense. I will tell you about anything that is happening around me. Today is Thursday. I am learning English and I am listening music at the same time now. Temperature is getting hot because it is not raining at the moment. My mother is washing our clothes. My sisters are staying in their own room. I am learning English from an English book. I am sitting in my chair when I am typing this text. My laptop is working well. I am thinking a lot about English. I am trying to understand about it because I am preparing my master degree right now. I need IELTS Certificate so I am learning English a lot. In this Ramadan, I always wake up at 4 o’clock in the morning. I never eat sahur in this Ramadan. I usually go to jogging after I pray subuh. Sometimes I wake up by myself but often my mother helps me to wake up sahur. My m...

Petualangan Baru!

Tiga puluh satu Januari dua ribu dua puluh empat. Hari terakhir aku bekerja di perusahaan terakhirku PT MLI. Kurang lebih aku habiskan waktu 2 tahun 5 bulan mengabdikan diri di perusahaan tersebut. Banyak pengalaman dan kenangan yang terukir jelas. Aku bahagia dan aku tidak kecewa dnegan keputusanku untuk mengawali dan mengakhiri karir ku di perusaan tersebut. Selepas dari perusahaan tersebut aku memulai petualangan baruku. Aku memilih dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S2. Ternyata tidak semudah ekspektasi. Jauh dari itu banyak hal yang tak terduga aku alami. Usia yang semakin bertambah tetapi tujuan yang masih belum terlihat jelas. Dalam prosesnya aku memilih untuk menaikkan kemampuan bahasaku. Mendaftar di salah satu lembaga bahasa di Yogyakarta untuk aku memahirkan kemampuan bahasa Inggris. Selain itu aku mengisi hari-hari ku dengan kegiatan yang positif. Aku juga mencoba untuk mendaftar menjadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar. Di lain waktu aku mencoba untu...

Aku Kembali!

      Hi! Aku kembali.     Sudah lama sejak terakhir kali aku menggoreskan tinta di lamanku. Senang rasanya bisa kembali lagi dan mulai mewarnai laman yang sudah lama tak terjamah ini. Sejauh ini aku masih belum mendapatkan ide untuk mengisi laman ini lagi tapi cepat atau lambat aku akan mencari ide. Mungkin akan aku mulai dari apa yang selama ini aku rasakan yang nantinya akan aku tuangkan kembali dalam tulisan-tulisanku.     Aneh. Rasanya aneh bisa kembali aktif menulis lagi. Apalagi momennya sangat tepat di penghujung tahun 2023. Sebagai tanda kembalinya aku di sini aku ingin sedikit mencurahkan perasaanku dan harapanku di tahun yang baru nanti.     Baik, mari kita mulai dari apa yang aku rasakan beberapa waktu yang lalu sampai dengan sekarang. Jujur aku tidak tahu harus menuliskan atau menjelaskan dari mana. Karena begitu banyak momen dan peristiwa yang telah aku lalui dari terakhir kali aku aktif menulis. Hmm, aku sed...

Hidup Untuk Orang Lain

Awan hitam kembali menyelimuti hati dan pikiranku ketika aku menyadari bahwa aku tidak hidup untuk diriku sendiri. Aku hidup untuk orang lain. Aku hidup untuk diterima orang lain bukan diterima oleh diriku sendiri. Menjadi diri yang tidak enak-an, selalu mengiyakan dan takut dipandang buruk orang lain. Lelah juga rasanya terus membohongi diri. Pernah gak sih kalian merasa se-insecure itu sama diri sendiri? Mungkin ada yang pernah dan mungkin juga ada yang baik-baik saja melaluinya. Tapi entah mengapa aku selalu merasa insecure di setiap saat dan di setiap waktu. Aku selalu merasa bahwa aku ini berbeda dari orang lain. Aku selalu merasa bahwa orang-orang tidak mempedulikan aku. Aku selalu merasa bahwa orang-orang tidak benar-benar menganggap aku ada. Maka dari itu aku sering berusaha untuk menyenangkan orang lain. Mengiyakan setiap yang diminta. Memberikan setiap yang aku punya. Berkorban untuk orang lain secara berlebihan. Bodohnya, bahkan untuk diri sendiri hanya sedikit aku melakukan...