Kembali lagi dengan refleksi mingguan di blog kesayanganku. Aku lanjutkan lagi cerita perjalananku kembali kepada diriku sendiri. Dengan semakin hiruk-pikuknya suasana dunia yang fana ini, tak menyurutkanku terus berusaha mengenali diriku sendiri. Karena seperti kata Hegel, semua itu berubah, tidak ada yang tetap, begitu pun aku yang selalu berubah dari hari ke hari. Tinggal ke mana arah perubahan itu, ke arah kebaikan atau keburukan? Aku awali ceritaku pagi tadi jam 10 pagi, saat aku selesai melakukan sholat dhuha. Aku duduk termenung setelah salam kedua. Sesaat banyak pikiran mulai menyerangku dari berbagai arah. Aku terima semua itu dengan tangan terbuka. Aku telah belajar, apapun yang datang jangan kamu tolak. Terima saja dulu. Meskipun ada perasaan yang tidak nyaman membersamai pikiran yang menyerangku tadi, tetapi aku tetap menerimanya. Aku mulai memproses satu per satu pikiran-pikiran yang datang. Sembari mengadahkan tangan, ketakutan akibat pikiran yang menyerangku aku lawan de...
Hi, apa kabar? Sebelumnya aku mau ngucapin selamat atas gelar barunya, ya. Sekarang namamu menjadi Muhammad Imam Muttaqiin, S.Tr.T., M.Eng. Perjuangan yang luar biasa. Kapan rencanamu melanjutkan pendidikan doktoral? Hahaha gak papa pelan-pelan aja. Gak semua harus serba sat-set. Nyatanya dengan kamu melangkah pelan semua tetap akan sampai juga. Berkat kegigihan yang diiringi rahmat Allah kamu bisa melalui semuanya. Aku ingin mengucapkan beribu terima kasih untukkmu, diriku di usia 29 tahun. Terima kasih karena setelah patah hatimu, kamu tidak memilih menyerah. Keputusanmu memilih mengenal diri lebih dalam lagi adalah keputusan terbaik di usiamu saat itu. Aku sungguh bangga padamu. Berangkat dari hal itu, kini apa yang dulu terasa berat bagimu di awal, sudah menjadi sebuah kebiasaan yang ringan. Apakah kamu masih ingat betapa sulitnya dirimu saat memulai merutinkan sholat tahajjud? Bagaimana dengan puasa daudmu itu? Sholat dhuha, sedekah subuh, sholat sunnah rawatib, membaca al-qur...