Refleksi minggu ini aku sedang menyadari sesuatu yang selama ini rasanya tidak mungkin terjadi padaku. Entah pikiran ini muncul dari mana, aku juga tidak tahu. Tetiba saja aku mendapatkannya. Sebuah pikiran yang setelah aku renungkan dengan dalam ada benarnya juga. Pikiran yang muncul disebabkan oleh kerinduanku pada seseorang. Dari kerinduan itu aku mencoba memahami diriku sendiri. Apa yang menyebabkan rasa rindu, cinta, sayang, dan kagum pada seseorang itu tidak luntur dari diriku meskipun kami sudah tidak bersama lagi. Aku sampai pada kesimpulan aku adalah seorang homeless sejak kecil. Ya, aku homeless. Aku tidak memiliki rumah. Rumah di sini bukanlah dalam artian rumah secara fisik bangunan. Walaupun secara fisik bangunan juga, keluargaku tidak memilikinya. Karena selama ini aku, Ibu dan Adikku menempati rumah warisan yang telah dibeli oleh kakak dari Ibuku. Singkatnya kami numpang di rumah orang. Lebih dari itu, selama ini aku menggelandang . Pindah dari rumah ke rumah ...
Alasan Ingin Dipilih Kapan pertama kali aku mulai merasa perlu diakui secara sosial — peristiwa atau momen apa yang memicunya? - Pertama kali saat aku merasa perlu diakui secara sosial adalah saat aku duduk di bangku SMP. Saat itu kehidupan sosialku berubah signifikan. Aku bertemu dengan banyak teman baru dari latar belakang yang berbeda-beda. Di sana aku belajar pola struktur sosial baru di mana yang kaya, tampan, cantik, pintar, dan menarik adalah mereka yang akan mudah diterima oleh lingkungan sosial. Hal ini memang cukup berbeda saat aku masih di tingkat SD. Di tingkat SD lingkungan sosial masih begitu polos. Masih benar-benar pure hubungan pertemanan anak kecil tanpa bumbu-bumbu sosial lainnya. Sepertinya memang berawal dari bangku SMP ini secara tidak sadar aku menanamkan pemahaman yang keliru akan nilai diriku. Kekeliruan ini terus berlanjut hingga aku di titik sekarang yang hampir kepala tiga. Membuatku merasa bahwa aku tidak pernah cukup berharga untuk menjadi pilihan bagi ses...