Hi, apa kabar?
Sebelumnya aku mau ngucapin selamat atas gelar barunya, ya. Sekarang namamu menjadi Muhammad Imam Muttaqiin, S.Tr.T., M.Eng. Perjuangan yang luar biasa. Kapan rencanamu melanjutkan pendidikan doktoral? Hahaha gak papa pelan-pelan aja. Gak semua harus serba sat-set. Nyatanya dengan kamu melangkah pelan semua tetap akan sampai juga. Berkat kegigihan yang diiringi rahmat Allah kamu bisa melalui semuanya.
Aku ingin mengucapkan beribu terima kasih untukkmu, diriku di usia 29 tahun. Terima kasih karena setelah patah hatimu, kamu tidak memilih menyerah. Keputusanmu memilih mengenal diri lebih dalam lagi adalah keputusan terbaik di usiamu saat itu. Aku sungguh bangga padamu. Berangkat dari hal itu, kini apa yang dulu terasa berat bagimu di awal, sudah menjadi sebuah kebiasaan yang ringan. Apakah kamu masih ingat betapa sulitnya dirimu saat memulai merutinkan sholat tahajjud? Bagaimana dengan puasa daudmu itu? Sholat dhuha, sedekah subuh, sholat sunnah rawatib, membaca al-qur'an 1 hari 1 juz, dulu terasa begitu berat dan membosankan bukan? Namun sungguh percayalah bahwa aku saat ini sangat bersyukur pada dirimu yang memutuskan merutinkan itu semua.
Tenang, ya. Semua akan baik-baik saja. Apakah kamu masih ingat saat dulu di usiamu 29 tahun, kamu pernah berhenti sejenak dan menengok ke belakang, bukankah selama 29 tahun kamu hidup semua baik-baik saja? Aku ingin meyakinkanmu bahwa apa yang akan terjadi 5 tahun ke depan juga akan sama, yaitu semua akan baik-baik saja. Memang tidak mudah. Semua ada naik-turunnya dalam kehidupan. Namun seiring berjalannya waktu aku menyadari bahwa kamu semakin dewasa dari waktu ke waktu. Kamu semakin mampu melakukan metakognisi sebagai jalan mengelola pikiran, emosi, dan perasaanmu. Selain itu kemampuan dialektikamu juga semakin meningkat yang menjadikanmu selalu memiliki pemahaman mendalam tentang realitas yang terjadi di kehidupanmu. Kamu selalu berhasil menemukan jawaban yang tidak hanya dangkal tetapi sungguh-sungguh mendalam yang mampu menginspirasi dirimu sendiri dan juga orang lain. Semua itu karena keberhasilanmu konsisten membaca buku dan melakukan refleksi diri.
Aku mau kamu tahu, sekarang, kamu sudah memiliki pekerjaan tetap. Kamu sudah menjadi pria qawwam yang kamu idam-idamkan. Berkat keberanianmu dulu mengubah dirimu dan kegigihan menghadapi gelombang kehidupan semakin membentukmu. Aku juga ingin kamu tahu, doa-doamu di setiap sholat tahajjudmu dikabulkan dengan begitu indah oleh Allah SWT. Kini, kamu memiliki pasangan yang begitu sesuai dengan doa-doamu. Dia begitu baik, sholehah, menenangkan, menentramkan, dan mampu menjadi rumah seperti yang kamu cari selama ini. Kamu juga dengan luar biasa menjadi seorang suami. Caramu mencintai pasanganmu tidak seperti orang pada umumnya. Caramu mencintai pasanganmu, kamu sandarkan pada keridhoan Allah SWT. Kamu jadikan cinta dan pengabdianmu pada pasanganmu sebagai jalan ibadahmu. Setiap marahnya, sedihnya, kecewanya, senangnya, bahagianya, cerianya, dari ujung kaki hingga ujung rambut kamu terima semua itu dari pasanganmu dengan keridhaan yang hakiki. Menjadikanmu sumber ketenangan bagi pasangan dan anak-anakmu. Tahu kan semua itu karena apa? Ya, semua itu karena kamu konsisten terus mengenal diri sendiri sehingga rasa cukup dan sembuhnya luka batinmu akibat trauma masa kecilmu telah berhasil kamu kelola dengan baik.
Momen 5 tahun ini tidak mudah. Aku tidak ingin membiusmu dengan capaian-capaian manismu saja. Aku ingin mengingatkanmu, bahwa berhasilnya dirimu sampai di titik saat ini juga karena keseriusanmu dalam menjalani hidup. Seandainya dulu kamu memilih menyerah dari cobaan dan ujian yang kamu hadapi, mungkin ceritanya akan berbeda. Semua cobaan dan ujian yang kamu hadapi merujuk pada satu musuh abadi yaitu dirimu sendiri dan hawa nafsumu. Nafsumu masih menjadi musuh nomer 1 mu. Masih ingat kan bagaimana sulitnya dirimu mengontrol dirimu karena nafsumu? Hahaha momen yang lucu memang. Namun nyatanya kamu berhasil kok. Ya, tetap saja aku harus menyampaikan ini supaya tetap menjadi perhatianmu. Jangan sampai kamu lengah, jangan sampai kamu terperdaya.
Akan banyak keberhasilan dan akan banyak kegagalan yang kamu hadapi di 5 tahun ini. Kuncinya adalah sabar dan syukur. Kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan selama ini. Namun di sisi lain akan ada beberapa hal yang kamu sayangi akan diambil dari dirimu. Bukankah sudah begitu hukumnya? Namun secara keseluruhan semua akan baik-baik saja. Semua berkat kepasrahan total dirimu atas Tuhanmu. Kamu berhasil menaruh imanmu dengan benar. Menjaganya dengan ketakwaan. Kau hiasi kedua hal itu dengan sabar dan syukurmu. Kamu berhasil mengenal dirimu, sehingga kamu berhasil mengenal Tuhanmu. Dari situ, kamu ganti semua copy mechanism burukmu dengan hal-hal yang baik. Kamu berhenti merokok total. Kamu bisa mengontrol pola makanmu. Kamu bisa mengontrol nafsumu. Kamu berhasil mengontrol pola pikir, emosi, dan perasaanmu.
Semua itu kuncinya ada pada ilmu. Jangan lelah-lelah untuk terus belajar. Jangan pernah merasa bahwa diri sudah pintar. Jangan cepat puas, ya. Aku takut kamu terlena sehingga mengabaikan ilmu. Dari ilmu ini akhlakmu akan berubah. Dari ilmu ini kamu akan menjadi diriku saat ini. Dirimu yang telah mampu menjadi lebih dewasa. Mampu menyelesaikan ujian-ujian yang datang dalam hidupmu dengan sebaik-baiknya. Menjadi pribadi yang baik secara intelektual dan juga spiritual. Dari ilmu ini kamu akan memberikan banyak kebermanfaatan seperti yang selama ini kamu cita-citakan. Dengan ilmu ini aku menitipkan diriku di usia 29 tahun yang sedang berjuang. Aku menaruh hormat, bangga, dan haru pada perjuanganmu hingga menjadi aku yang saat ini atas izin Allah SWT.
Yogyakarta, 30 Agustus 2031
Komentar
Posting Komentar