Jemariku kembali menari. Di situasi di mana aku merasa aku sedang tidak baik-baik saja. Setelah aku memutuskan untuk mengakhiri petualanganku di kota Medan pada bulan Februari masih di tahun 2024 ini aku mencoba fokus untuk mengikuti seleksi Pengajar Muda, Indonesia Mengajar. Bukan hal mudah untuk melalui seleksi ini. Naik turun perasaan dan suasana hati membuat aku kadang bersemangat terkadang pula hampir berputus asa. Bukan tanpa alasan, perasaan hampir menyerah ini salah satunya disebabkan keburukan yang sudah menahun dari diriku masih terus kembali. Sekeras apapun aku berusaha menghilangkannya pasti dan pasti keburukan itu selalu kembali. Menghantui hati dan akal yang membuat aku merasa hampir gila. Berkali-kali aku bertanya pada diri sendiri sampai kapan aku akan seperti ini? Menutup potensi yang ada pada diri sendiri dengan kesalahan yang seharusnya bisa aku kendalikan.Tuhan hanya dua kata yang mampu aku ucapkan, ampuni aku. Semua bermula ketika pembukaan rekrutmen Pengajar ...